Foto teladan atau peringkat terbaik siswa.

Senin, 13 April 2026

Menggali Potensi Menjaga Adab: Catatan Hikmat Pembagian Rapor Semester Ganjil MTs 1 Putri Annuqayah Tahun Pelajaran 2025/2026

LPS_MTs 1 Putri Annuqayah 

GULUK-GULUK – Suasana khidmat menyelimuti Aula Asy-Syarqawi, Kampus Universitas Annuqayah pada Senin pagi. Ratusan siswi, dewan guru, dan staf MTs 1 Putri Annuqayah berkumpul dalam satu tujuan: menutup lembaran Semester Ganjil tahun ajaran 2025/2026 dengan evaluasi dan apresiasi. Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.30 WIB ini bukan sekadar seremoni pembagian kertas angka, melainkan momentum refleksi atas perjalanan spiritual dan intelektual para siswi.

Para Siswa di acara penyerahan rapor Tahun Pelajaran 2025/2026 (Foto dok. LPS)

Ketidakhadiran yang Membawa Doa

Kata sambutan dari Bapak Ismail, S.Pd.I, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum. Beliau hadir mewakili Kepala MTs 1 Putri Annuqayah yang saat ini tengah mengemban tugas negara dan agama.

"Kami sampaikan permohonan maaf yang tiada terhingga dari Ibu Kepala Madrasah. Beliau tidak bisa hadir bersama kita hari ini karena sedang menjalani tugas karantina bimbingan haji 2026 dan mengikuti pelatihan intensif di Jakarta," ujar Bapak Ismail di hadapan para hadirin.

Meski tanpa kehadiran fisik pimpinan tertinggi madrasah, semangat yang disampaikan tetap sampai ke sanubari. Beliau menekankan bahwa kesuksesan acara ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen madrasah.

Kiai Ainul Haq, SPd.I sedang menyampaikan kata sambutan (Foto dok. LPS)

Rapor: Lebih dari Sekadar Angka

Dalam sambutannya, Bapak Ismail memberikan perspektif baru mengenai esensi rapor. Di era kompetisi yang ketat, seringkali orang tua dan siswa terjebak pada angka-angka di atas kertas. Namun, MTs 1 Putri Annuqayah menegaskan prinsip yang berbeda.

"Penyerahan rapor hari ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami kepada orang tua atau wali siswa. Namun, perlu diingat, rapor bukan semata-mata angka. Ia adalah potret utuh dari proses belajar, sikap (akhlak), keterampilan, dan perkembangan karakter siswa selama satu semester," tegasnya dengan mantap dan berwibawa. 

Beliau menambahkan bahwa rapor harus dijadikan bahan evaluasi tiga arah: bagi siswa untuk memperbaiki diri, bagi guru untuk memetakan metode pengajaran, dan bagi orang tua untuk mendampingi perkembangan anak. "Ini adalah peta untuk mengetahui di mana kelebihan yang harus dipertahankan dan di mana kekurangan yang harus diperbaiki."

Pesan untuk Sang Juara dan Sang Pejuang

Satu poin menarik dalam sambutan Bapak Ismail adalah pandangannya mengenai tugas seorang pendidik. Menurutnya, tugas guru bukanlah mencetak semua siswa menjadi juara dalam satu bidang yang sama, melainkan membantu setiap individu menemukan "cahaya" unik mereka sendiri.

"Tugas guru bukan membuat semua siswa menjadi juara umum. Tugas mulia kami adalah membantu kalian menggali dan menemukan potensi masing-masing," tuturnya secara tangkas.

Kepada para siswi yang berhasil meraih peringkat terbaik, beliau memberikan peringatan keras agar tetap membumi. "Jangan jumawa. Pantaskan dirimu dengan prestasi itu, jaga amanah tersebut, dan pertahankan dengan kerja keras yang lebih besar."

Sementara itu, bagi siswi yang mungkin merasa kecewa dengan hasil hari ini, Bapak Ismail memberikan suntikan semangat. "Jangan berkecil hati. Jadikan ini cambuk untuk meningkatkan kedisiplinan dan memperbanyak doa. Pintu kesuksesan masih terbuka lebar di semester depan."

Mengetuk Pintu Langit

Menutup sambutannya, Bapak Ismail memanjatkan doa yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh hadirin. Doa tersebut ditujukan untuk keberkahan Pondok Pesantren Annuqayah dan seluruh keluarga besarnya. Beliau berharap agar para guru senantiasa diberi keikhlasan, kesabaran, dan keistiqamahan dalam mendidik.

"Semoga murid-murid kami menjadi generasi sholehah, hamba yang paraddhu mongghu Allah SWT (berkenan/diterima di sisi Allah), serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Tiga Pesan Emas dari Yayasan Annuqayah

Setelah sambutan dari pihak madrasah, suasana semakin tenang saat Kiai Ainul Haq, S.Pd.I, yang mewakili Ketua Yayasan Annuqayah, K.H. Abbdi Ishomuddin, M.A., menaiki podium. Sebagai representasi dari yayasan yang menaungi ribuan santri, pesan beliau menjadi pedoman moral bagi para siswi.

Kiai Ainul menekankan tiga pesan utama yang menjadi pondasi bagi setiap penuntut ilmu di lingkungan Annuqayah:

1. Bahaya Kesombongan

Beliau mengingatkan bahwa prestasi tanpa adab adalah kesia-siaan. "Jangan sombong jika kalian menjadi teladan atau yang terbaik. Kesombongan hanya akan menyebabkan ilmu yang kalian miliki menjadi sia-sia, setinggi apa pun kecerdasan yang kalian punya," tegas beliau. Di lingkungan pesantren, kepintaran yang tidak dibarengi dengan kerendahan hati dianggap sebagai kegagalan dalam berakhlak.

2. Kekuatan Kesabaran

Menuntut ilmu di madrasah dan pesantren bukanlah jalan yang mudah. Kiai Ainul berpesan agar para siswi memiliki "napas panjang" dalam belajar. "Bersabarlah dalam menuntut ilmu. Jika kita sabar, ilmu akan jauh lebih mudah dikuasai. Ilmu itu akan mengalir dan menetap dengan tenang di dalam otak, hati, dan sanubari kalian."

3. Kegigihan Menuju Semester Dua

Sebagai penutup, beliau mendorong para siswi untuk tidak cepat puas. Evaluasi di semester satu harus menjadi bahan bakar untuk berlari lebih kencang di semester dua. "Tingkatkan belajarnya, berusahalah dengan gigih agar prestasi kalian di masa depan jauh lebih baik."

Puncak Acara: Selebrasi Prestasi dan Bakat

Usai rangkaian sambutan yang penuh petuah, acara memasuki momen yang paling dinantikan: Anugerah Siswa Teladan, Pengumuman Peringkat Kelas, dan Pembagian Hadiah Lomba-lomba.

Riuh tepuk tangan memenuhi Aula Asy-Syarqawi saat satu per satu siswi berprestasi dipanggil ke atas panggung. Penghargaan ini bukan hanya diberikan kepada mereka yang unggul secara akademik (peringkat kelas), tetapi juga kepada "Siswa Teladan" yang dinilai berdasarkan konsistensi akhlak dan kedisiplinan harian—sejalan dengan pesan yang disampaikan para pimpinan sebelumnya.

Selain prestasi akademik, madrasah juga memberikan penghargaan bagi pemenang berbagai lomba yang telah diselenggarakan sebelumnya. Hal ini membuktikan komitmen MTs 1 Putri Annuqayah dalam mengapresiasi keberagaman bakat siswa, mulai dari bidang seni, literasi, hingga keagamaan.

Acara berakhir tepat pukul 11.30 WIB dengan senyum sumringah di wajah para siswi, meski beberapa tampak berkaca-kaca haru. Mereka pulang tidak hanya membawa rapor berisi deretan angka, tetapi juga membawa bekal nasihat untuk menjadi pribadi yang lebih baik di semester mendatang.@

Penulis: Tim Media MTs 1 Putri Annuqayah (Rep. Yoyoh, Ed. Amjun)

 

Berikan komentar anda

Ayo gabung!!!

Penerimaan Peserta Didik Baru

Kontak Kami Whatsapp