Kepala MTs 1 Putri Annuqayah

Kamis, 16 April 2026

Memantapkan Niat, Menguatkan Komitmen Sebagai Guru yang Berdedikasi dan Konsisten

LPS_MTs 1 Putri Annuqayah 

Guluk-Guluk, 14 Juli 2025 — Mengawali Tahun Pelajaran 2025/2026, MTs 1 Putri Annuqayah menggelar rapat dewan guru pada Senin pagi hingga siang hari, bertempat di ruang kelas IX Danamis. Rapat berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB dengan penuh semangat, kehangatan, dan semangat musyawarah.

Rapat ini dihadiri oleh seluruh guru, wakil kepala madrasah, tenaga kependidikan, serta Komite Madrasah. Tujuannya tak hanya membahas teknis pembelajaran dan kebijakan tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan kembali semangat pengabdian serta merajut kembali kekompakan seluruh unsur madrasah.

Sambutan Inspiratif dari Kepala Madrasah

Kepala MTs 1 Putri Annuqayah, Nyai Hj. Ulfatul Hasna’, S.Ag., membuka rapat dengan sambutan yang sarat motivasi dan nilai-nilai spiritual. Ia mengajak seluruh dewan guru meluruskan niat dalam mengawali tahun pelajaran.

“Terima kasih telah hadir dalam rapat guru ini. Niat kita harus bersih. Niatkan bahwa kita hadir di madrasah ini untuk memperbaiki siswa kita, menanamkan akhlak terpuji, dan menegakkan agama Allah SWT,” ungkap beliau dengan suara tenang namun penuh ketegasan.

Dalam arahannya, Nyai Ulfa menyampaikan bahwa tugas guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi lebih jauh dari itu: menjadi pendidik sejati yang memberi pelayanan terbaik serta menjadi teladan dalam akhlak mulia.

Guru diminta terus meningkatkan kompetensi pedagogik, khususnya dalam menerapkan pendekatan deep learning, agar siswa tidak hanya memahami permukaan materi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan mendalam. Ia juga mengajak guru untuk memperkuat komunikasi dan hubungan kerja antarelemen madrasah, mulai dari guru, pimpinan, staf TU, hingga yayasan.

“Kita harus memahami ragam sosial dan budaya siswa kita. Mereka datang dari latar belakang yang beragam, maka layanilah perbedaan itu dengan baik. Tugas kita adalah menghadirkan madrasah sebagai tempat nyaman dan mendidik untuk mereka,” tegasnya.

Nyai Ulfa juga memberi perhatian khusus terhadap disiplin siswa dan guru. Kedisiplinan harus ditegakkan dengan konsisten, karena ini akan menciptakan lingkungan belajar yang tertib, efektif, dan kondusif.

Ia pun menyinggung kemungkinan perubahan wali kelas dan meminta guru untuk menumbuhkan semangat pada semua siswa. Jika ada siswa yang merasa rendah diri karena ditempatkan di kelas tertentu, guru diminta segera memotivasi.

“Sampaikan kepada siswa kita bahwa tidak ada kelas yang terbelakang. Semua kelas di MTs 1 Putri Annuqayah itu sama dan punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya penuh harap.

Komite madrasah, Kiai Waheb Akib memberikan pandangan terkait tugas guru MTs 1 Putri Annuqayah (foto dok. LPS)

Dukungan dan Arahan dari Komite dan Guru Senior

Dari pihak Komite Madrasah, Kiai Waheb, S.Ag. mengingatkan agar guru-guru selalu menjaga istikamah dalam mengajar. Konsistensi dalam mendidik, menurut beliau, adalah kunci dalam membentuk karakter siswa.

Bapak Shanhaji, sebagai guru senior, turut menyampaikan harapan agar guru-guru tidak hanya hadir sebagai pengajar, melainkan juga sebagai pengayom dan pembimbing bagi siswa. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam mendidik anak-anak yang dititipkan oleh orang tua kepada madrasah.

Kurikulum Merdeka dan Penekanan Konsistensi

Wakamad Kurikulum, Bapak Ismael, S.Pd.I., menyampaikan bahwa mulai tahun pelajaran ini, empat mata pelajaran inti — PPKn, IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia — dari kelas 7 hingga 9 harus menggunakan Kurikulum Merdeka. Buku ajar yang digunakan pun telah ditetapkan yaitu dari Penerbit Quadra.

“Mohon para guru terkait agar segera beradaptasi dengan kurikulum ini dan menyusun perangkat ajar sesuai kebutuhan siswa. Selain itu, mari kita terus pupuk sikap istiqamah sebagai pendidik,” ujar beliau.

Para Wakamad MTs 1 Putri Annuqayah. Dari kiri: Bapak Ismael (Wakamad Bidang Kurikulum), Bapak M. Makmun (Wakamad Bidang Sarana dan Prasarana), Bapak Annas (Wakamad Bidang Humas). Foto dok. LPS

Fokus Pemeliharaan dan Pengembangan

Bapak M. Makmun, S.Pd., selaku Wakamad Sarana dan Prasarana, mengingatkan bahwa meskipun tahun lalu tidak banyak perbaikan fisik, tahun ini beberapa pengembangan akan dilakukan. Fokus diarahkan pada pelengkapan media pembelajaran untuk kelas 8 Amazing hingga 8 Humanis. Laboratorium IPA juga akan diperkuat, sementara laboratorium IPS masih menunggu pengadaan lebih lanjut.

“Kami juga berharap para guru ikut berperan dalam memantau dan menjaga sarana yang sudah ada, karena semua itu bagian dari tanggung jawab bersama,” tambah beliau.

Ruang Usulan dan Kepedulian

Dalam sesi musyawarah, berbagai guru turut menyampaikan saran dan masukan. Nyai Hosnul Khotimah, guru Bahasa Inggris, mengusulkan agar kontrak belajar siswa dibuat secara formal dan diketahui madrasah.

Ibu Ida Royani mengingatkan pentingnya buku-buku yang direkomendasikan oleh Yayasan Annuqayah agar segera tersedia di tangan siswa, untuk memudahkan proses pembelajaran sejak awal tahun pelajaran.

Dewan guru peserta rapat (foto. Dok LPS)

Guru al-Qur’an, Ibu Fudhlan Nisa’, memberi catatan bahwa pendekatan kepada siswa, khususnya siswa baru, sebaiknya dilakukan dengan memahami kondisi rumah tangga mereka. Ia mengimbau agar guru tidak langsung menindak siswa berdasarkan pelanggaran kontrak belajar tanpa melihat latar belakang pribadi mereka.

Nyai Hj. Mas’adah Shohib turut mendukung pandangan Bu Fudhlan, dan menambahkan agar Yayasan Annuqayah melakukan evaluasi terhadap penggunaan kitab Alfiyah dalam pelajaran Nahwu. Ia menyarankan agar madrasah mempertimbangkan kitab lain yang lebih sesuai dengan level usia MTs.

Dari sisi layanan konseling, Ibu Arifah, S.Psi., memberikan informasi bahwa madrasah akan menghadirkan Program Konseling (PK) untuk membantu kerja BK dalam menangani persoalan siswa, baik akademik maupun non-akademik.

Guru IPA, Ibu Sitti Romlah, menekankan pentingnya kedisiplinan dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

“Kalau kita sebagai guru disiplin dan menyenangkan, siswa akan meniru. Mereka akan senang belajar dan merasa dihargai,” tuturnya.

Niat Baik dan Kolaborasi sebagai Pondasi

Rapat Dewan Guru MTs 1 Putri Annuqayah ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat kerja sama antarwarga madrasah. Semua saran, arahan, dan kebijakan yang dibahas menjadi landasan kokoh dalam menghadapi dinamika pendidikan di tahun pelajaran 2025/2026.

Dari awal hingga akhir, suasana rapat terasa penuh kesungguhan dan harapan besar. Harapan agar MTs 1 Putri Annuqayah terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan mampu menjadi penerus perjuangan umat.

Sebagaimana ditegaskan oleh Nyai Ulfa dalam penutupan arahannya:

“Mari kita satukan niat dan langkah. Kita berikan layanan terbaik kepada peserta didik kita, dan kita jaga nama baik serta marwah MTs 1 Putri Annuqayah sebagai madrasah unggulan yang dibanggakan oleh keluarga besar Annuqayah.”

(Tim Redaksi MTs 1 Putri Annuqayah)

1 Comments

M. Ma'mu

Luar Biasa, mari bertekad membangun pendidikan lebih maju dan lebih berakhlak ke depan. Bersama pasti bisa.

Berikan komentar anda

Ayo gabung!!!

Penerimaan Peserta Didik Baru

Kontak Kami Whatsapp