LPS_MTs 1 Putri Annuqayah
November bukan sekadar bulan kesebelas dalam kalender; di MTs 1 Putri Annuqayah, ia berubah menjadi panggung kreativitas, ruang pembentukan karakter, sekaligus momentum penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa dan para guru yang setiap hari berjuang dalam sunyi. Melalui rangkaian kegiatan bertajuk November Festival (Noves), para siswi tidak hanya diajak merayakan identitas mereka sebagai pelajar berprestasi, tetapi juga diajak merenung, bergerak, berkarya, dan mengekspresikan diri melalui berbagai kompetisi yang disusun dengan matang sepanjang hampir satu bulan penuh.

Rangkaian acara Noves resmi dibuka pada Ahad, 3 November 2024, pukul 06.30 WIB di halaman MTs 1 Putri Annuqayah. Udara pagi yang sejuk berubah menjadi penuh semangat begitu para siswi, guru, dan pengurus madrasah berkumpul dalam barisan rapi. Bapak Annas, S.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, didapuk menjadi pembuka acara. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa November adalah momentum besar bagi para pelajar, sebab di bulan inilah bangsa Indonesia mengenang jasa para pahlawan yang telah mempertaruhkan segalanya demi merdeka. Karena itu, melalui kegiatan-kegiatan edukatif dan kompetitif dalam Noves, setiap peserta didik diharapkan bukan hanya menyalurkan bakat, tetapi juga menghidupkan kembali api patriotisme.
Setelah pembukaan, berbagai kegiatan telah dijadwalkan rapi oleh panitia yang diambil dari berbagai organisasi intern MTs 1 Putri Annuqayah untuk mengisi hari-hari para siswi dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan sarat nilai karakter. Agenda berlanjut pada 10 November, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional. Menandai hari penting tersebut, MTs 1 Putri Annuqayah mengadakan upacara bendera khusus, dan kembali Bapak Annas, S.Pd. dipercaya menjadi pembina upacara. Upacara berjalan khidmat, dengan para siswi mengikuti setiap rangkaian dengan sikap disiplin yang mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan. Dalam amanatnya, Bapak Annas menyampaikan bahwa pahlawan tidak hanya hidup dalam catatan sejarah, tetapi juga dalam diri setiap orang yang mau berjuang dan memberi manfaat bagi sesama. Seorang pelajar yang gigih, rajin, dan berakhlak mulia adalah pahlawan masa kini.
Rangkaian Noves kemudian berlanjut dengan nuansa yang lebih meriah pada 11 November, tepat pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Pada hari itu diselenggarakan Lomba Senam dan Lomba Menulis Surat untuk Guru, yang diikuti perwakilan kelas dari kelas 7 sampai kelas 9. Lomba senam menjadi ajang bagi para siswi menunjukkan kekompakan, kelincahan, dan kreativitas gerak sesuai irama musik. Suasana menjadi penuh energi dan tawa, tetapi tetap sarat sportivitas. Di sisi lain, lomba menulis surat untuk guru justru menghadirkan suasana penuh haru. Banyak peserta menuliskan curahan hati mereka tentang makna perjuangan seorang guru, sosok yang tak pernah lelah mengajar, membimbing, dan mendampingi dalam perjalanan panjang pendidikan. Beberapa guru bahkan tampak menahan air mata saat mendengar kutipan surat yang dibacakan panitia.
Pada 12 November, giliran Lomba Baca Puisi Bertema Kepahlawanan digelar. Lomba ini menjadi titik balik suasana Noves, dari yang sebelumnya enerjik dan ramai, menjadi lebih reflektif dan penuh makna. Para peserta membawakan puisi karya sendiri maupun puisi bertema pahlawan dengan penjiwaan mendalam. Nada suara, ekspresi wajah, hingga gerak tubuh mereka menyatu menciptakan pertunjukan seni sastra yang menyentuh banyak hati. Di momen ini, semangat kepahlawanan terasa begitu hidup melalui kata-kata yang meluncur dari bibir para siswi. Tak sedikit guru dan siswa yang terdiam, larut dalam renungan tentang betapa besar pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan bangsa ini masa depan.

Setelah puisi, rangkaian kegiatan semakin menantang kreativitas dan kekompakan para peserta. Pada 15 November, diselenggarakan Lomba Outbound dan Lomba Mading Kelas, dua kegiatan yang berbeda karakter namun sama-sama melatih kerja sama dan inovasi. Outbound membawa para siswi ke luar kelas, memberi mereka kesempatan melatih ketangkasan, keberanian, dan kemampuan berpikir cepat. Suara tawa, sorakan, dan semangat memenuhi halaman madrasah. Sementara itu, lomba mading menjadi wadah para siswi menampilkan kemampuan jurnalistik, desain visual, serta kreativitas dalam menuangkan ide ke dalam papan informasi kelas. Mading-mading yang dipamerkan menunjukkan betapa tingginya antusiasme para siswi dalam berkarya. Ada mading bertema pahlawan, pendidikan, hingga lingkungan, semuanya dibuat dengan detail dan penuh warna.
Gelombang kreativitas berlanjut ke 16 November, saat kompetisi Lomba Parodi dan Lomba Tebak Lagu Nasional digelar. Lomba parodi menjadi salah satu ajang yang paling dinanti karena menyuguhkan sisi humor dan kreativitas tanpa batas. Para peserta menampilkan sketsa peristiwa sehari-hari hingga parodi tokoh publik dengan tingkah jenaka yang mengundang gelak tawa penonton. Meski bernuansa humor, lomba ini tetap menuntut kemampuan akting, improvisasi, dan kekompakan tim. Di waktu yang sama, Lomba Tebak Lagu Nasional menciptakan suasana penuh nostalgia dan rasa cinta tanah air. Lagu-lagu nasional bergantian diputar, dan para peserta berlomba-lomba menebak judul maupun melanjutkan liriknya. Keceriaan hari itu menjadi penanda bahwa cinta tanah air dapat tumbuh melalui berbagai cara yang menyenangkan.
Pada 17 November, dua lomba penting yakni Lomba Kreasi Kostum dan Lomba Kelas Asri digelar. Lomba kreasi kostum menjadi ruang ekspresi fashion dan kreativitas para siswi. Dengan memanfaatkan berbagai bahan unik—mulai dari kain bekas, kertas, hingga aneka ornamen buatan tangan—para peserta menampilkan busana kreatif yang menggambarkan tema tertentu. Ada yang mengusung tema pahlawan, alam, hingga budaya Nusantara. Tepuk tangan penonton mengiringi setiap peserta yang melenggang percaya diri di atas panggung sederhana yang disiapkan panitia. Di sisi lain, Lomba Kelas Asri menghadirkan kompetisi kebersihan, kerapian, serta estetika ruang kelas. Para siswi, bersama wali kelas, bahu membahu menghias ruangan dengan tanaman, mural, karya seni, hingga display quotes motivasi. Kegiatan ini bukan hanya lomba semata, tetapi juga edukasi penting tentang lingkungan belajar yang sehat.
Puncak kegiatan akhirnya tiba pada 25 November 2024, bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Pada pagi hari yang sejuk, mulai pukul 06.30 hingga 09.00 WIB, seluruh warga madrasah kembali berkumpul di halaman MTs 1 Putri Annuqayah untuk mengikuti Penutupan Noves sekaligus Peringatan Hari Guru Nasional. Kali ini, dipimpin oleh Ibu Ny. Hj. Ulfatul Hasna’, S.Ag., Kepala MTs 1 Putri Annuqayah. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan betapa mulia peran guru dalam membangun generasi bangsa. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang sering kali bekerja di balik layar namun menghasilkan perubahan besar dalam kehidupan para siswanya. Penutupan Noves yang bertepatan dengan Hari Guru menjadi simbol bahwa seluruh rangkaian kegiatan bukan hanya perayaan kreativitas siswa, tetapi juga persembahan penghormatan tertinggi bagi para tenaga pendidik.
Setelah upacara, dilanjutkan pembagian hadiah dari seluruh rangkaian lomba yang telah dilaksanakan. Suasana penuh sukacita ketika nama-nama pemenang diumumkan. Sorak gembira terdengar dari para siswi yang berhasil meraih juara, tetapi lebih dari itu, mereka juga mendapatkan pelajaran berharga tentang sportivitas, kerja sama, dan pentingnya menghargai proses. Para guru pun tampak bangga melihat perkembangan siswi-siswi mereka, baik dalam bidang seni, olahraga, akademik, maupun karakter.
Dengan ditutupnya November Festival 2025, MTs 1 Putri Annuqayah kembali menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter melalui kegiatan kreatif dan inspiratif. Noves telah menjadi ruang belajar tanpa dinding, tempat para siswi tumbuh, belajar menghargai perjuangan pahlawan, serta memperkuat rasa hormat kepada guru.
Lebih dari sekadar rangkaian lomba, Noves adalah perjalanan satu bulan yang menanamkan nilai patriotisme, kreativitas, sportivitas, dan cinta lingkungan. Semangat kebersamaan yang tercipta selama rangkaian kegiatan ini telah menjadi kenangan manis sekaligus fondasi bagi perjalanan pendidikan para siswi ke depan. Maka ketika halaman madrasah kembali lengang setelah penutupan, gema tawa, energi kompetisi, ekspresi seni, dan semangat kepahlawanan tetap tinggal sebagai bagian dari sejarah kecil namun bermakna dalam kehidupan mereka.
Demikianlah rangkaian November Festival (Noves) MTs 1 Putri Annuqayah 2025, sebuah perayaan yang bukan hanya meriah, tetapi penuh hikmah dan inspirasi. Semoga tradisi baik ini terus hidup di tahun-tahun berikutnya.@ (Rep. Syafana, Karin, Nabila. Ed. Zevy dan Zhiva. Penyelaras: Amjun)
Berikan komentar anda