Lomba terakhir 17 Agustus 2025

Jumat, 01 Mei 2026

Gebyar Lomba HUT ke-80 RI di MTs 1 Putri Annuqayah: Seru, Kreatif, dan Penuh Makna Kebangsaan

Guluk-Guluk- LPS MTs 1 Putri Annuqayah

 Suasana halaman MTs 1 Putri Annuqayah sejak Sabtu, 9 Agustus 2025, mendadak berubah menjadi arena kemeriahan. Selama enam hari berturut-turut, dari tanggal 9 hingga 14 Agustus 2025, madrasah model yang dikenal sebagai pusat pembelajaran kreatif ini menggelar Gebyar Lomba HUT ke-80 Republik Indonesia. Seluruh siswa, dari kelas 7 Amazing hingga kelas 9 Humanis, turut memeriahkan perayaan yang berlangsung setiap siang, tepat pukul 11.30 hingga 13.00 WIB.

Meski durasi lomba hanya berlangsung selama 1,5 jam setiap harinya, suasana yang tercipta terasa padat, seru, dan penuh semangat. Aneka perlombaan mulai dari ketangkasan, kecepatan, hingga ketepatan digelar secara bergiliran. Sorak-sorai peserta dan penonton bercampur dengan semangat kebangsaan, mengingatkan kembali bahwa Agustus adalah bulan perayaan kemerdekaan sekaligus momentum mempererat persaudaraan.

Juri Lomba Yel-Yel. Kanan: Ibu Arifah dan Kiro: Bapak Annas. (Foto dok. LPS)

Kepala MTs 1 Putri Annuqayah, Nyai Hj. Ulfatul Hasna’, S.Ag., menyampaikan pesan penuh makna. Menurutnya, peringatan HUT ke-80 RI bukan sekadar ajang bersenang-senang, melainkan sarana pembelajaran karakter bagi para siswa.

“Melalui lomba ini, kami berharap kreativitas siswa dapat terasah, jiwa sportivitas mereka tumbuh, dan yang terpenting, cinta mereka pada tokoh-tokoh bangsa semakin kuat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang generasinya tidak pernah melupakan keteladanan para pahlawan,” tutur Nyai Hasna’ dengan penuh semangat.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa di balik tawa dan keriuhan lomba, tersimpan misi pendidikan karakter yang mendalam.

Suasana kemriahan lomba (Foto Dok. LPS)

Gebyar lomba ini tidak hanya diperuntukkan bagi para siswa. Pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, giliran para guru menunjukkan ketangkasan mereka. Lomba yang dipilih adalah memasukkan paku ke dalam botol, sebuah permainan sederhana namun penuh tantangan.

Pemandangan unik terjadi ketika para guru yang biasanya tampil serius di kelas, kini berganti wajah menjadi peserta lomba yang penuh tawa. Dukungan siswa pun membahana, seolah peran berbalik: murid menjadi penyemangat guru mereka.

“Rasanya luar biasa melihat guru-guru ikut lomba. Kami jadi tahu ternyata mereka juga bisa gugup dan salah gerakan, sama seperti kami kalau ikut lomba,” ujar Zevi siswi kelas 9 Favorit, sambil tertawa.

Perlombaan yang diikuti siswa sangat beragam. Ada lomba-lomba ketangkasan seperti balap karung, lomba membawa kelereng dengan sendok, hingga estafet air yang menguji kekompakan tim. Ada pula lomba ketepatan seperti memasukkan bola ke dalam keranjang dan merangkai puzzle gambar tokoh bangsa.

Namun, puncak kemeriahan terjadi pada Kamis, 14 Agustus 2025, ketika seluruh kelas menampilkan lomba yel-yel. Setiap kelas, mulai dari kelas 7 Amazing hingga 9 Humanis, berusaha menampilkan kekompakan, kreativitas, dan semangat nasionalisme melalui gerakan, lagu, serta teriakan penyemangat khas mereka.

Panggung sederhana di halaman madrasah berubah menjadi arena pertunjukan yang meriah. Ada kelas yang memilih irama mars perjuangan, ada pula yang memasukkan unsur modern seperti beatbox dan tarian kreatif. Meski begitu, semua yel-yel tetap mengandung pesan cinta tanah air.

“Lomba yel-yel ini menjadi favorit saya. Kreativitas anak-anak sungguh luar biasa, dan mereka benar-benar bisa menggabungkan semangat kemerdekaan dengan ide-ide kekinian,” kata salah satu juri, Bapak Annas, S.Pd.I.

Menariknya, lomba-lomba untuk siswa dilaksanakan pada siang hari saat cuaca cukup terik, namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka. Beberapa siswa bahkan berujar bercanda bahwa “hujan” hanya turun untuk mereka, bukan dalam bentuk air, melainkan hujan keringat karena begitu aktif bergerak.

Bagi panitia, memilih jam siang memang bagian dari strategi agar kegiatan tidak mengganggu proses belajar pagi. Selain itu, suasana siang yang terang benderang membuat semua aktivitas dapat terlihat jelas dan terekam dengan baik.

Perayaan HUT RI di MTs 1 Putri Annuqayah tahun ini memang dirancang tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Dalam setiap lomba, para siswa diingatkan tentang pentingnya kerja sama, kejujuran, dan pantang menyerah—nilai-nilai yang sama dibutuhkan untuk membangun bangsa.

Menurut Nyai Hasna’, pembelajaran seperti ini lebih mudah membekas di hati siswa karena mereka mengalaminya langsung melalui permainan dan kompetisi. “Kalau hanya membaca sejarah di buku, semangatnya bisa cepat hilang. Tapi kalau mereka mengalami kerja sama, strategi, dan kegagalan di lomba, mereka akan mengingat bahwa kemerdekaan pun dicapai dengan perjuangan dan kerja sama,” jelasnya.

Meski setiap peserta sudah merasa “menang” karena bisa ikut memeriahkan acara, panitia tetap menyiapkan hadiah bagi para juara. Namun, hadiah tersebut baru akan diberikan pada 17 Agustus 2025, setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan di madrasah.

Hal ini, menurut panitia, dimaksudkan agar momen penyerahan hadiah menjadi bagian dari perayaan resmi kemerdekaan, sehingga semua warga madrasah dapat menyaksikannya bersama-sama.

“Dengan begitu, suasana bangga dan rasa memiliki terhadap kemenangan akan semakin terasa. Selain itu, ini jadi motivasi bagi kelas lain untuk berusaha lebih giat tahun depan,” ujar salah satu panitia lomba, Ibu Layinah, S.Pd.I.

Gebyar lomba ini menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun kebersamaan masa kini. Siswa, guru, dan seluruh warga madrasah bersatu dalam satu semangat: mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Seorang siswi kelas 9 Humanis, Ayu Lestari, mengaku kegiatan ini memberinya pelajaran tentang kerja sama tim. “Di lomba estafet air, kami awalnya sering tumpah. Tapi setelah belajar koordinasi, hasilnya jauh lebih baik. Rasanya seperti sedang membangun negara, kita harus kompak supaya berhasil,” ujarnya.

Ketika hari terakhir lomba usai, senyum dan tawa masih menghiasi wajah para siswa. Meski lelah, mereka pulang dengan hati riang, membawa cerita yang akan mereka kenang hingga bertahun-tahun ke depan.

Gebyar lomba HUT ke-80 RI di MTs 1 Putri Annuqayah bukan sekadar deretan permainan, melainkan perayaan nilai-nilai kebangsaan yang hidup dan bergerak di tengah generasi muda. Dengan kombinasi keceriaan, kreativitas, dan semangat perjuangan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa cinta tanah air dapat ditanamkan dengan cara yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Pada akhirnya, seperti yang diungkapkan Nyai Hasna’ dalam sambutannya, bangsa ini akan terus besar jika generasinya tidak pernah melupakan para pahlawan. Dan di halaman MTs 1 Putri Annuqayah, semangat itu telah lahir dan bersemi, siap tumbuh bersama waktu.@ (Rep. Nadine, Zevy,dan Zhiva. Ed. Amjun)

Berikan komentar anda

Ayo gabung!!!

Penerimaan Peserta Didik Baru

Kontak Kami Whatsapp