LPS_MTs 1 Putri Annuqayah
GULUK-GULUK – Suasana di Lantai 3 Gedung MTs 1 Putri Annuqayah, tepatnya di Aula Mini, mendadak sunyi pada Ahad siang, 25 Januari 2026. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 hingga 15.00 WIB tersebut bukan sekadar rapat rutin biasa, melainkan sebuah momentum refleksi tajam dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh instrumen organisasi siswa di lingkungan madrasah.

Kegiatan ini menjadi panggung bagi penyampaian berbagai kritik dan saran yang terkumpul dari seluruh lini organisasi, mulai dari Dewan Pengurus Siswa (DPS), Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), hingga unit-unit teknis seperti Pengurus Perpustakaan, Lembaga Pers Siswa (LPS), dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Sorotan Tajam Terhadap: Kedisiplinan dan Introspeksi
Berdasarkan dokumen laporan yang dihimpun, Dewan Pengurus Siswa (DPS) mendapatkan sorotan tajam mengenai masalah klasik: keterlambatan. Banyak pengurus yang dilaporkan sering datang terlambat, yang berakibat pada tidak tepat waktunya pelaksanaan apel. Selain itu, muncul sentimen mengenai sikap pengurus yang dianggap "sok mengatur" sebelum melakukan introspeksi diri. Kurangnya koordinasi dengan pihak OSIM serta rendahnya keaktifan anggota menjadi catatan merah yang harus segera dibenahi.

Senada dengan DPS, Pengurus OSIM juga tidak luput dari kritik pedas. Salah satu poin krusial datang dari siswa yang bukan pengurus organisasi, yang menyatakan mengapa banyak pengurus DPS, OSIM, LPS, UKS dan Perpustakaan kurang disiplin. Para pengurus semua organisasi diingatkan untuk lebih ramah dalam melayani, lebih teliti, dan lebih cekatan (gercep) dalam bekerja. Introspeksi diri kembali ditekankan sebagai syarat utama sebelum menegur siswi lain.
Layanan Teknis dalam Radar Evaluasi
Unit-unit pendukung pendidikan pun mendapatkan rapor yang beragam:
- Perpustakaan: Dikritik karena koleksi buku yang kurang menarik, fasilitas rak sepatu yang tidak memadai, serta pelayanan yang kurang ramah. Bahkan, tampilan ruang perpustakaan dianggap kurang estetik untuk menarik minat baca. Ada pula saran unik untuk meniadakan sistem "perkas".

- LPS (Lembaga Pers Siswa): Disorot karena kurangnya dokumentasi foto dalam setiap kegiatan dan rendahnya solidaritas antar pengurus. Untuk majalah sekolah, disarankan agar konten dibuat lebih menarik dan harganya diturunkan agar terjangkau.
- UKS: Mendapat kritik tunggal mengenai kurangnya keaktifan dalam berbagai kegiatan. Saran utama bagi UKS adalah memastikan ketersediaan berbagai jenis obat dan meningkatkan pelayanan kepada siswa.
Arahan Pimpinan: Memegang Teguh Amanah
Merespons berbagai dinamika tersebut, jajaran pimpinan MTs 1 Putri Annuqayah memberikan arahan yang tegas. Pak Makmun (Wakamad Sarana dan Prasarana), Pak Ismail, S.Pd.I (Wakamad Kurikulum), dan Pak Annas, S.Pd.I (Wakamad Humas) berdiri dalam satu suara: tingkatkan kedisiplinan dan bertanggung jawablah sepenuhnya pada amanah organisasi. Bagi mereka, organisasi adalah miniatur pengabdian yang harus dijalankan dengan integritas tinggi.
Kemarahan Ibu Hj. Roziqoh: "Ganti Jika Tidak Aktif!"
Puncak ketegangan terjadi saat Ibu Hj. Roziqoh, S.Pd.I, selaku Wakamad Kesiswaan, memberikan sambutan. Kekecewaan mendalam nampak jelas di wajah beliau. Dari total 93 pengurus organisasi yang seharusnya hadir, hanya 23 siswa yang menampakkan diri di Aula Mini.
"Ini sudah melenceng jauh dari janji dan ikrar setia yang kalian ucapkan di depan Kepala Madrasah," tegas beliau dengan nada tinggi.
Ibu Hj. Roziqoh menyoroti fenomena ironis di mana anggota organisasi intern justru menjadi pelanggar tata tertib madrasah. Beliau memberikan instruksi keras kepada para pembina organisasi:
- Evaluasi Total: Segera ganti pengurus yang tidak aktif.
- Kembali ke Ikrar: Ingat kembali sumpah jabatan yang pernah diucapkan.
- Menjadi Teladan: Pengurus harus menjadi contoh (uswah) bagi siswa lain, bukan malah menjadi contoh pelanggaran.
Pertemuan siang itu ditutup dengan suasana reflektif. Harapannya, "badai" kritik dan teguran keras ini mampu menjadi titik balik bagi pengurus organisasi di MTs 1 Putri Annuqayah untuk kembali ke khittah mereka sebagai pelayan siswa dan teladan kedisiplinan.@ (Rep. Yoyoh, Ed. Amjun)
Berikan komentar anda