Paduan Suara

Sabtu, 02 Mei 2026

Temu Wali XVIII Kelas 7; Sinergi Positif antara Madrasah dan Orang Tua

 

Wali Siswa di Temu Wali ke-18 ini. (Foto: LPS)

LPS-MTs 1 Putri Annuqayah 

Halaman MTs 1 Putri Annuqayah, Jumat (29/8/2025) tampak ramai sejak pagi. Udara sejuk khas pegunungan Guluk-Guluk menyapa para tamu yang mulai berdatangan. Hari itu, MTs 1 Putri Annuqayah menggelar Temu Wali XVIII untuk kelas 7—sebuah agenda rutin yang menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dan para wali santri baru. Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini tidak sekadar temu formal, melainkan juga ruang untuk memperkuat silaturahim, menyatukan visi pendidikan, sekaligus mendengarkan aspirasi orang tua demi kemajuan bersama.

Merdu Sholawat, Harmoni Marawis

Sejak pagi, lantunan marawis dari Grup Marawis MTs 1 Putri Annuqayah menyambut para wali siswa yang mulai memenuhi halaman madrasah. Suara rebana dan syair religius yang menggema menambah kekhidmatan suasana. Alunan sholawat qiyam kemudian dipandu oleh Bapak Fathurrosi, S.Pd.I., yang dengan penuh khidmat mengajak hadirin bershalawat, menumbuhkan nuansa religius khas pesantren.

Kemeriahan pra-acara ini seolah menjadi pemanasan hati sebelum masuk ke acara inti. Tidak hanya menyejukkan telinga, tetapi juga menegaskan identitas MTs 1 Putri Annuqayah sebagai madrasah yang menjunjung tinggi nilai keislaman.

Suara Generasi Baru

Tepat pukul 07.30 WIB, acara dibuka dengan penuh semangat oleh dua MC muda berbakat: Lailatul Maghfiroh Ramadhani dari kelas 7 Dinamis dan Zahrana Azka Hanya dari kelas 7 Amazing. Dengan suara lantang dan penuh percaya diri, keduanya berhasil memandu acara dengan apik, menebarkan suasana segar khas anak-anak usia remaja yang baru menginjak bangku madrasah tsanawiyah.

Acara dilanjutkan dengan qiro’ah Al-Qur’an oleh Adiefa Afsien Meisa dari kelas 7 Amazing. Suara merdunya melantunkan ayat-ayat suci, membuka pintu keberkahan agar acara berjalan lancar dan penuh manfaat.

Harapan dan Nasihat untuk Wali Siswa

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala MTs 1 Putri Annuqayah. Dalam pidatonya, beliau menegaskan kembali bahwa tujuan utama dari Temu Wali ini adalah silaturahim antara wali siswa kelas 7 dengan madrasah, termasuk pimpinan, karyawan, wali kelas, serta guru-guru pengajar.

Beliau menjelaskan pentingnya acara ini sebagai wadah bagi wali siswa untuk mengetahui sistem kegiatan belajar mengajar, tata tertib, serta pola pendidikan yang diterapkan di madrasah.

“Kami berharap para wali tidak serta-merta mempercayai laporan anak begitu saja. Telitilah terlebih dahulu. Sering kali, apa yang anak sampaikan tidak utuh atau bahkan hanya bagian kecil dari kenyataan,” ujarnya mengingatkan.

Beliau juga menyinggung soal pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam. Menurutnya, liburan bukan berarti bebas tanpa batas. Orang tua diminta bijak dalam mengawasi tontonan anak-anak mereka, agar tidak terjerumus dalam konten yang tidak mendidik.

Lebih jauh, beliau menekankan bahwa ketaatan pada peraturan adalah pintu keberkahan ilmu. Tanpa ketaatan, ilmu tidak akan bermanfaat. Oleh karena itu, beliau berharap wali siswa selalu mendoakan putri-putrinya agar memperoleh ridha Allah SWT, sehingga ilmu yang mereka dapatkan tidak hanya berguna di dunia, tetapi juga di akhirat.

Transparansi dan Realita Keuangan

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Drs. H. Taufikurrahman, selaku perwakilan dari Ketua Yayasan Annuqayah. Dalam kesempatan ini, beliau menyoroti aspek keuangan pendidikan yang dikelola yayasan.

Beliau menjelaskan, sejak tahun ini honorarium (HR) guru dan karyawan di lingkungan Madaris 1 dan 2 mengalami peningkatan signifikan. Setiap bulan, total dana yang dikeluarkan mencapai 280 juta rupiah, dan dalam setahun jumlahnya membengkak hingga 4,56 miliar rupiah.

“Sementara itu, SPP yang ditarik dari siswa hanya sekitar 600 ribu rupiah setiap tahun. Jelas jumlah ini jauh dari cukup untuk menutup kebutuhan operasional, apalagi peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya lugas.

Pemaparan ini membuka mata para wali siswa tentang tantangan besar yang dihadapi yayasan dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Dengan nada penuh kejujuran, beliau seakan mengajak para wali untuk bersama-sama memahami realitas tersebut dan turut berkontribusi sesuai kemampuan.

Tata Tertib dan Dialog Wali Siswa

Usai sambutan, acara berlanjut ke sesi inti berupa Sidang Kemadrasahan yang dipimpin oleh Bapak Annas, S.Pd.I.. Dalam forum ini, beliau memaparkan secara rinci tata tertib madrasah, terutama mengenai prosedur izin pulang, izin sakit, serta izin-izin lainnya yang sering kali menjadi perbincangan antara wali siswa dan pihak madrasah.

Penjelasan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara wali, siswa, dan pihak madrasah. Aturan yang jelas diharapkan dapat menjadi pedoman bersama demi terciptanya kedisiplinan yang kondusif.

Yang menarik, sesi ini ditutup dengan forum tanya jawab. Empat wali siswa menyampaikan pertanyaan sekaligus saran bagi madrasah. Suasana dialog berlangsung hangat dan komunikatif. Para wali merasa diberi ruang untuk menyuarakan harapan, sementara pihak madrasah dengan lapang dada memberikan jawaban dan klarifikasi. Inilah bukti bahwa madrasah dan wali siswa berjalan dalam semangat kemitraan.

Harapan Bersama untuk Anak-anak

Sebagai penutup, doa dipimpin oleh Bapak Habibullah Salman, wali siswa dari kelas 7 Amazing. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon agar seluruh proses pendidikan di MTs 1 Putri Annuqayah senantiasa diridai Allah SWT, serta para siswa diberi kemudahan dalam menuntut ilmu.

Hening menyelimuti halaman madrasah saat doa dipanjatkan. Semua hadirin, baik guru, karyawan, maupun wali siswa, larut dalam suasana spiritual yang mendalam.

Makna dan Refleksi Acara

Temu Wali XVIII ini bukan hanya sekadar agenda formal tahunan. Ada makna lebih yang bisa dipetik:

Silaturahim yang terjaga – pertemuan ini memperkuat hubungan emosional antara madrasah dan wali siswa. Hubungan yang baik akan memperlancar komunikasi, sehingga setiap masalah bisa diselesaikan bersama.

Transparansi pengelolaan pendidikan – dengan adanya pemaparan dari yayasan, wali siswa bisa memahami bagaimana perjuangan madrasah menjaga kualitas pendidikan di tengah keterbatasan dana.

Peneguhan tata tertib – aturan bukanlah belenggu, melainkan jalan menuju keberkahan ilmu. Inilah pesan penting yang terus ditekankan oleh pihak madrasah.

Doa sebagai penutup – doa orang tua adalah kunci sukses anak-anak. Acara ini seolah menegaskan kembali bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga keberkahan spiritual.

Akhir Kata

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan tertib, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Bagi wali siswa, pertemuan ini menjadi momen penting untuk lebih mengenal madrasah tempat anak-anak mereka belajar dan berproses. Sementara bagi pihak madrasah, acara ini adalah kesempatan untuk menegaskan komitmen, menyampaikan visi, sekaligus mendengarkan suara para wali.

Dengan semangat kebersamaan, Temu Wali XVIII MTs 1 Putri Annuqayah tahun 2025 meninggalkan jejak berharga: bahwa pendidikan adalah kerja sama, bukan hanya antara guru dan murid, tetapi juga antara madrasah dan keluarga.

Peliput: Karin, Rivanda, Sila
Editor: Amjun

Berikan komentar anda

Ayo gabung!!!

Penerimaan Peserta Didik Baru

Kontak Kami Whatsapp