Foto bersama

Jumat, 17 April 2026

Diklat Keorganisasian; Menumbuhkan Jiwa Organisatoris di Organisasi Intern MTs 1 Putri Annuqayah

LPS MTs 1 Putri Annuqayah 

Pembukaan Diklat Keorganisasian: Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Santri Putri Annuqayah

Salah satu penyaji di hari kedua (Foto. Dok.LPS)

Guluk-Guluk, 11 Oktober 2025 — Udara siang yang cukup panas di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah  seolah menyambut semangat para siswi MTs 1 Putri Annuqayah yang sejak pukul 12.00 WIB sudah memenuhi Aula Mini Madrasah. Hari itu, Sabtu, 11 Oktober 2025, menjadi awal pelaksanaan Diklat Keorganisasian yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Senin, 13 Oktober 2025.

Acara ini merupakan salah satu agenda penting madrasah dalam rangka membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial para santri yang tergabung dalam berbagai organisasi intern madrasah. Mulai dari OSIM, Pramuka, UKS, Lembaga Pers Siswa, hingga Perpustakaan , semuanya terlibat aktif dalam kegiatan ini.

Foto bersama pengurus LPS dan Pembina (Foto. Dok. LPs)

Aula Mini yang biasanya menjadi tempat rapat rutin guru dan siswa, pagi itu berubah menjadi ruang yang hidup dan penuh semangat. Balon-balon kecil dan spanduk bertuliskan “Diklat Keorganisasian MTs 1 Putri Annuqayah 2025: Membangun Jiwa Pemimpin dan Komunikator Andal” menghiasi dinding bagian depan.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Ny. Hj. Ulfatul Hasna', S.Ag.

Sambutan Kepala Madrasah: Laksanakan dengan Baik dan Penuh Kesungguhan

Dalam sambutannya, Ibu Ny Hj. Ulfatul Hasna'  menyampaikan pesan yang sarat makna. Dengan suara lembut namun penuh wibawa, beliau mengingatkan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah untuk menumbuhkan potensi kepemimpinan dan tanggung jawab di kalangan siswa

“Anak-anakku sekalian, kegiatan Diklat Keorganisasian ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah kesempatan bagi kalian untuk belajar menjadi pemimpin, belajar bekerja sama, dan memahami bagaimana organisasi dapat berjalan dengan baik. Laksanakan dengan sungguh-sungguh isi dari materi yang akan diberikan oleh tiga pemateri nanti. Jangan hanya hadir secara fisik, tapi hadir juga dengan hati dan semangat belajar,” tutur beliau.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa siswa MTs 1 Putri Annuqayah harus berani tampil sebagai figur yang mampu memimpin dan melayani dengan ikhlas. Dalam konteks madrasah dan pesantren, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang kemampuan mempengaruhi dan memberi manfaat bagi orang lain.

“Santri harus siap menjadi pelayan umat. Pemimpin itu bukan yang ingin dilayani, tapi yang siap melayani. Pemimpin itu bukan yang ingin dikenal, tapi yang ingin memberikan manfaat. Maka, tanamkan semangat itu sejak dini,” tambahnya dengan penuh motivasi.

Sambutan Nyai Ul, ditutup dengan doa agar kegiatan ini berjalan lancar dan membawa berkah. Para peserta menyambutnya dengan tepuk tangan hangat, menandakan semangat mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga tuntas.

Sambutan Ketua Panitia: Belajar dengan Tekun dan Terima Kasih atas Dukungan Semua Pihak

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Alviatul Sholihah, siswi kelas 8 Blessing yang juga dikenal aktif di berbagai kegiatan madrasah. Dengan suara yang bergetar antara gugup dan bangga, Alviatul menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari pihak madrasah, para guru, dan teman-teman panitia, kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana. Saya berharap kepada seluruh peserta agar mengikuti acara ini dengan tekun sampai tuntas. Banyak ilmu dan pengalaman yang akan kita dapatkan dari para pemateri nanti. Mari jadikan tiga hari ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Tak lupa, Alviatul juga menyampaikan ucapan terima kasih khusus atas dukungan dana yang diberikan kepada panitia, baik dari pihak madrasah.

“Kami, segenap panitia, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, maupun dana. Semoga semua kebaikan itu mendapat balasan pahala yang berlipat dari Allah SWT,” tutupnya dengan senyum lega.

Hari Pertama: Memahami Tipe dan Etika Kepemimpinan bersama Bapak Ach. Salman

 

Setelah pembukaan, kegiatan langsung berlanjut ke sesi pertama bersama pemateri pertama, Bapak Ach. Salman, seorang pendidik senior yang dikenal berpengalaman dalam bidang kepemimpinan dan pembinaan karakter siswa di lingkungan Annuqayah.

Materi yang beliau bawakan mencakup tiga bagian penting: Tipe-tipe Kepemimpinan, Etika Kepemimpinan, dan Role Play Kepemimpinan.

Dalam penjelasannya, Bapak Salman menguraikan bahwa dalam organisasi, setiap pemimpin memiliki gaya tersendiri. Ada pemimpin yang demokratis, ada yang otoriter, ada pula yang liberal. Semua tipe kepemimpinan, katanya, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Tidak ada tipe pemimpin yang sempurna. Yang penting adalah bagaimana seorang pemimpin mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kebutuhan timnya,” ujar beliau.

Sesi ini menjadi semakin menarik ketika beliau mengajak peserta melakukan role play kepemimpinan. Para santri dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diminta memerankan situasi organisasi yang mengalami masalah koordinasi. Mereka harus menunjuk satu ketua yang bertugas mengatur jalannya diskusi untuk menemukan solusi.

Gelak tawa dan antusiasme peserta terdengar memenuhi ruangan. Beberapa peserta tampak tampil percaya diri, sementara yang lain belajar untuk berani berbicara di depan teman-temannya.

Bapak Salman menutup sesinya dengan pesan sederhana namun kuat:

“Pemimpin sejati bukanlah yang paling pandai berbicara, tapi yang paling pandai mendengarkan dan mengambil keputusan dengan hati.”

Hari Kedua: Membangun Komunikasi dan Kerjasama Tim bersama Bapak Mohamad Faiq, S.E.

Memasuki hari kedua, Minggu, 12 Oktober 2025, suasana Aula Mini kembali penuh energi. Kali ini, materi disampaikan oleh Bapak Mohamad Faiq, S.E., seorang praktisi komunikasi dan pelatih pengembangan diri.

Materi yang dibawakan meliputi dua topik besar: Keterampilan Komunikasi Efektif dan Pentingnya Kerjasama Tim.

Dalam sesi awal, Bapak Faiq menjelaskan bahwa komunikasi adalah inti dari keberhasilan setiap organisasi. Menurutnya, banyak konflik dan kesalahpahaman dalam organisasi justru terjadi bukan karena niat buruk, tetapi karena komunikasi yang tidak efektif.

“Berbicaralah dengan jelas, dengarkan dengan sabar, dan tanggapi dengan empati. Itulah tiga kunci komunikasi yang efektif,” ujarnya di hadapan peserta.

Beliau kemudian mempraktikkan games komunikasi sederhana, di mana satu peserta harus menggambarkan bentuk benda yang dideskripsikan oleh temannya tanpa melihat langsung. Permainan ini mengajarkan pentingnya kejelasan pesan dan pemahaman dalam komunikasi dua arah.

Sesi berikutnya membahas pentingnya kerjasama tim. Melalui simulasi kelompok, peserta diminta menyusun menara dari kertas dalam waktu terbatas. Tantangannya, setiap anggota hanya boleh berbicara dengan isyarat tangan.

Suasana riuh penuh tawa dan kerja sama membuat pelatihan hari kedua terasa menyenangkan sekaligus bermakna. Bapak Faiq menutup sesinya dengan kalimat motivatif:

“Dalam organisasi, kalian tidak bisa bekerja sendirian. Ingat, kehebatan seorang pemimpin justru terlihat dari bagaimana ia mampu menggerakkan timnya.”

Hari Ketiga: Manajemen Konflik dan Pengambilan Keputusan bersama Bapak Riyadi, S.HI.

Senin, 13 Oktober 2025, menjadi hari terakhir Diklat Keorganisasian. Materi kali ini disampaikan oleh Bapak Riyadi, S.HI., seorang pendidik yang dikenal bijak dan berwawasan luas dalam bidang manajemen dan keorganisasian.

Materinya berfokus pada dua hal penting: Manajemen Konflik dan Pengambilan Keputusan.

Dalam penjelasannya, Bapak Riyadi menekankan bahwa konflik adalah hal yang wajar dalam organisasi. Justru dari konflik, anggota dapat belajar memahami perbedaan dan mencari titik temu.

“Jangan takut pada konflik. Yang penting bukan bagaimana menghindarinya, tapi bagaimana mengelolanya dengan bijak,” tegas beliau.

Beliau kemudian memperkenalkan berbagai pendekatan dalam menyelesaikan konflik, seperti pendekatan kompromi, kolaborasi, dan akomodasi. Setiap peserta diajak menganalisis studi kasus sederhana yang menggambarkan perbedaan pendapat dalam suatu organisasi siswa.

Sesi kedua membahas pengambilan keputusan. Bapak Riyadi menjelaskan bahwa keputusan yang baik harus melalui tiga tahap penting: analisis masalah, pertimbangan nilai, dan tanggung jawab hasil keputusan.

“Pemimpin yang bijak tidak terburu-buru memutuskan. Ia mempertimbangkan fakta, mendengarkan saran, dan memikirkan dampaknya. Karena setiap keputusan adalah cermin dari integritas,” kata beliau menutup materinya.

Para peserta tampak mencatat dengan serius, menyimak setiap penjelasan dengan seksama. Suasana penuh kesungguhan menandakan bahwa pelatihan ini benar-benar memberi kesan mendalam bagi mereka.

Penutupan Diklat: Pesan dari Ketua Panitia dan Kepala Madrasah

 

Menjelang sore, acara penutupan berlangsung sederhana namun khidmat. Ketua Panitia, Alviatul Sholihah, kembali naik ke podium untuk memberikan pesan penutup. Dengan wajah cerah dan nada suara mantap, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan selama tiga hari dengan lancar dan penuh kebersamaan.

“Alhamdulillah, kita sudah melewati tiga hari yang luar biasa. Banyak ilmu, pengalaman, dan kebersamaan yang kita peroleh. Saya berharap, hasil dari Diklat ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa diterapkan di organisasi-organisasi intern madrasah. Mari kita buktikan bahwa santri putri MTs 1 Annuqayah mampu menjadi organisatoris yang tangguh dan berkarakter,” ujarnya.

Para peserta menyambutnya dengan tepuk tangan panjang. Beberapa terlihat menahan haru, merasa bangga dengan pencapaian mereka selama tiga hari pelatihan.

Sebagai penutup resmi, Kepala MTs 1 Putri Annuqayah, yang disampaikan oleh Wakamad Bid. Kesiswaan, Ibu Hj. Roziqoh, S.Ag.,  memberikan sambutan akhir. Dalam kalimat yang penuh apresiasi, beliau menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, panitia, dan pemateri.

“Saya sangat mengapresiasi semangat kalian semua. Selama tiga hari ini, kalian hadir tepat waktu, mengikuti kegiatan secara maksimal, dan menunjukkan kedisiplinan yang luar biasa. Ini adalah bukti bahwa kalian memiliki potensi besar sebagai calon pemimpin masa depan,” tuturnya dengan bangga.

Beliau juga menegaskan pentingnya sikap tanggung jawab dalam berorganisasi:

“Para organisatoris harus mampu memberikan kinerja dan pelayanan terbaik atas tanggung jawab yang diemban. Jangan jadikan jabatan sebagai kebanggaan, tapi jadikan ia sebagai amanah untuk mengabdi dan memberi manfaat.”

Akhir Acara: Foto Bersama dan Refleksi Diri

Usai sambutan, acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan seluruh pemateri. Keceriaan tampak di wajah mereka. Beberapa peserta bahkan sempat saling bertukar kenangan dan janji untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam organisasi mereka masing-masing.

Sebelum meninggalkan Aula Mini, panitia membagikan lembar refleksi singkat agar peserta menuliskan kesan, pesan, dan rencana tindak lanjut pasca-diklat. Banyak yang menulis bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Seorang peserta menulis di kertas refleksinya:

“Saya belajar bahwa jadi pemimpin itu bukan tentang perintah, tapi tentang tanggung jawab dan keikhlasan.”

Penutup: Warisan Nilai Keorganisasian di MTs 1 Putri Annuqayah

 

Dengan berakhirnya kegiatan Diklat Keorganisasian ini, MTs 1 Putri Annuqayah sekali lagi membuktikan komitmennya dalam menumbuhkan generasi santri yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Selama tiga hari penuh, para santri telah belajar arti kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan — nilai-nilai yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Semoga semangat yang tumbuh dari kegiatan ini terus mengalir ke berbagai organisasi di lingkungan madrasah, menjadi cahaya perubahan yang menuntun mereka menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan berjiwa Annuqayah sejati. @ (Rep. Zhifa dan Zafi, Ed. Amjun)

Berikan komentar anda

Ayo gabung!!!

Penerimaan Peserta Didik Baru

Kontak Kami Whatsapp